www.AlvinAdam.com

WARTA 24 NUSA TENGGARA BARAT

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 00.50

Ketua Umum PAN: Bima Arya Harus Menang Pilwalkot Bogor

Vento Saudale / FMB Sabtu, 3 Maret 2018 | 13:51 WIB

Bogor - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkilfi Hasan menyakini dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bogor 2018, pasangan Bima Arya-Dedie A Rachim pasti menang.

Optimisme itu dipaparkan Zulkifli pada saat menghadiri Pesta Rakyat Cap Go Meh 2018 di Kota Bogor kemarin. Ia menjelaskan, Bima yang merupakan kader terbaik PAN sudah teruji memimpin dengan baik Kota Bogor dalam empat tahun ke belakang.

"Iya dong, optimistis. Pasangan kami (Bima-Dedie) pasti menang," katanya ditemui sebelum acara Cap Go Meh berlangsung.

Selain Bima sosok mumpuni, Zulkilfi yang juga Ketua MPR RI melanjutkan, pasangan Bima-Dedie didukung koalisi besar yang solid, seperti Golkar, Nasdem, PAN, Demokrat, dan Hanura.

"Semua (koalisi) berjalan baik. Bima harus menang," kata Zul.

Ia pun memastikan, dengan terpilihnya kembali Bima menjadi Wali Kota Bogor periode selanjutnya, akan melanjutkan program-program pembangunan kota. Membantu warga Kota Bogor merasakan kesejahteraan yang saat ini sudah terbangun dan dirasakan.

Dalam kesempatan itu, Zul pun mengimbau agar masyarakat Kota Bogor cerdas dalam memilih pemimpin lima tahun ke depan. Pemilih diharapkan memilih berdasarkan program visi dan misi dan tidak terbuai dengan janji-janji palsu.

"Cari pemimpin itu yang janjinya tidak muluk-muluk. Harus terukur, terencana dan Bima sudah buktikan itu," tambah Zul.


Sumber: BeritaSatu.com Sumber: Google News | Warta 24 Kota Bima

thumbnail

Posted by On 00.49

Lutfi-Feri Janji Bangun Rumah Sakit Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Persoalan kesehatan menjadi perhatian serius pasangan calon Walikota Bima dan Wakil Walikota Bima HM Lutfi â€" Feri Sofiyan. Sebab, penanganan dan pemenuhan kebutuhan dasar tersebut harus menjadi skala prioritas.

Feri Sofiyan saat tatap muka dengan warga Kelurahan Nae. Foto: Bin

Seperti yang disampaikan oleh Feri Sofiyan saat menggelar pertemuan terbatas di Kelurahan Nae, Sabtu (3/3). Jika nanti Allah SWT mengizinkan pasangan Lutfi â€" Feri menjadi kepala daerah di Kota Bima. Mereka ingin membangun Rumah Sakit Kota Bima, yang menyediakan fasilitas memadai dan menjadi rumah sakit rujukan.

“Kita warga Kota Bima belum punya rumah sakit. Selama ini kita hanya berobat di RSUD milik Pemerintah Kabupaten Bi ma yang berlokasi di Kota Bima,” ungkapnya disambut apresiasi ratusan warga yang menyambut kedatangannya.

Menurut Feri yang hadir sendiri karena H Lutfi berhalangan hadir, rumah sakit untuk pemenuhan kebutuhan dasar penting untuk didirikan. Karena selama ini, warga Kota Bima jika menderita sakit keras harus dirujuk ke luar daerah. Fasilitas RSUD Kabupaten Bima tidak memadai untuk mengobati beragam penyakit keras yang diderita warga Kota Bima.

Tentu sambung mantan pimpinan DPRD Kota Bima 2 periode itu, keberadaan Rumah Sakit Kota Bima nanti akan dilengkapi dengan fasilitas dan tenaga medis yang representatif. Bila perlu, ia ingin keberadaan rumah sakit tersebut juga menjadi rujukan untuk warga di Labuan Bajo dan Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.

“Ini mimpi besar H Lutfi dan saya. Saya yakin, sudah sangat lama warga Kota Bima menginginkan rumah sakit sendiri. Yang berkualitas dan berkelas. Insya Allah jika kami terpilih, kami akan mewujudkan keinginan bersam a ini,” janjinya.

Selain membangun rumah sakit kata Feri, dirinya bersama H Lutfi juga ingin lebih memperhatikan pelayanan kesehatan hingga di tingkat Kelurahan. Seperti menyediakan ambulance gratis di masing â€" masing kelurahan. Agar pasien yang hendak dilarikan ke rumah sakit, tidak perlu menunggu lama.

Dengan adanya ambulance masing â€" masing kelurahan juga, urusan warga yang sakit bisa tertangani dengan cepat dan tepat. Tidak ada lagi keluhan dari warga karena persoalan kendaraan yang harus terlambat hadir saat dibutuhkan dengan segera.

“Terlalu sering kita mendengar cerita warga yang kesulitan mendapatkan ambulance dan ambulance yang harus dibayar jika ada pasien yang dirujuk ke luar daerah. Jika Allah SWT mengijabah cita â€" cita kami, pasangan Lutfi â€" Feri akan hadir menjadi solusi persoalan â€" persoalan tersebut,” terangnya.

Pertemuan terbatas pasangan Lutfi â€" Feri dengan warga Kelurahan Nae. Foto: Bin

Feri menegaskan, H Lutfi bersama dirinya sudah sering berdiskusi jauh hari sebelum perhelatan demokrasi ini dimulai. Pandangan dan tawaran soal perubahan dan kemajuan Kota Bima secara menyeluruh, seolah menjadi makanan sehari â€" hari jika bertemu. Berjam â€" jam pun waktu dihabiskan untuk merumuskan keinginan bersama tersebut.

Momen Pilkada Tahun 2018 ini pun dirasa menjadi waktu yang sangat tepat untuk berjuang dan memenangkannya. Agar mimpi â€" mimpi selama ini segera diaplikasikan. Sebab, keinginan tersebut bukan tidak sulit untuk dilaksanakan, hanya butuh niat dan soal keberanian untuk mewujudkannya.

“Saya merasa yakin dengan kemampuan H Lutfi yang sudah 2 periode menjadi anggota DPR RI. Beliau punya banyak jaringan di pusat, relasi dan hubungan dengan para mentri juga sudah tidak diragukan lagi,” paparnya.

Untuk itu, pada ke sempatan tersebut dirinya meminta doa dan dukungan penuh dari warga Kelurahan Nae untuk membulatkan tekad dan niat untuk mendukung pasangan Lutfi â€" Feri untuk perubahan dan kesejahteraan.

“Kalau bukan sekarang kapan lagi. Mari bersama pasangan Lutfi â€" Feri menciptakan perubahan dan kesejahteraan untuk warga Kota Bima,” ajaknya.

Sebelum kegiatan pertemuan terbatas tersebut digelar, Komunitas Pemuda Kreatif Nae (KPKN) Lutfi-Feri bersama masyarakat setempat melaksanakan kegiatan gotong royong di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Nae. Aksi sosial tersebut sebagai bentuk perhatian untuk selalu menjaga kebersihan kuburan.

Ketua KPKN Andriadin menuturkan, aksi sosial tersebut sebagai wujud kepedulian sosial mereka menjaga nilai semangat gotong royong. Sebab, budaya gotong royong harus tetap digalakkan, karena selain menyambung silaturahim juga turut memupuk semangat kebersamaan.

*Kahaba-01/04

Sumber: Google News | Warta 24 Kota Bima

thumbnail

Posted by On 20.54

Bima Siap Kembali Gelar Gala Desa dan Bangun PPLPD

Di Publish Pada : Kamis, 01 Maret 2018 23:40 WIB Bima Siap Kembali Gelar Gala Desa dan Bangun PPLPD Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Dr. Raden Isnanta M.Pd, saat menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Bima Drs. Dachlan M. Noer

Jakarta, HanTer - Salahsatu program unggulan kemenpora dibawah payung Ayo Olahraga yakni Gala Desa, akan kembali digelar pada tahun ini. Terkait hal tersebut, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Dr. Raden Isnanta M.Pd, pada Kamis (1/3/2018), menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Bima Drs. Dachlan M. Noer dengan bahasan perguliran kembali ajang Gala Desa yang akan disinergikan dengan kegiatan daerah yaitu Tambora Menyapa Dun ia 2018 di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Raden Isnanta mengatakan jika Bima, Nusa Tenggara Barat, produktif menyumbangkan atletnya untuk membela Merah-Putih dipentas Internasional, khususnya pada cabang olahraga Atletik, sehingga melalui program Gala Desa yang didalamnya terdapat cabor atletik, diharapkan mampu melahirkan kembali bibit-bibit unggul atlet berprestasi untuk masa depan. Selain itu, pria asal Kulon Progo tersebut memberikan apresiasi terhadap pemerintah Kabupaten Bima dalam upayanya membuat Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD). Dikatakan Isnanta bahwa hal tersebut membuatnya gembira karena komitmen untuk terus menghasilkan generasi baru khususnya pada cabor atletik tetap berkelanjutan. "Saya sangat gembira atas komitmen pemerintah Kabupaten Bima yang akan membuka PPLPD melalui APBDnya dicabang yang benar-benar Indonesia membutuhkan, di mana atletik merupakan potensi yang dimiliki oleh daerah tersebut,&quo t; ucap Raden Isnanta. Sesuai dengan kebijakan Presiden RI Joko Widodo, yang disampaikan oleh Menpora Imam Nahrawi, lanjut Isnanta, kita harus bangun kekuatan dari terdepan atau terluar Indonesia dan memulainya dari desa. Untuk itu, pihaknya juga menawarkan Gala Desa di Kabupaten tersebut untuk menggelar cabang-cabang yang memang potensial dan ramai masyarakat untuk melaksanakannya. Tak hanya itu, pemerintah dalam hal ini Kemenpora pun coba mendukung konsep dari Kabupaten Bima untuk perbaikan infrastruktur, namun menurut Isnanta, akan terlebih dulu tim verifikasi menilai sejauh mana kondisi anggaran maupun kesiapan daerah. Tahun ini merupakan tahun olahraga dimana semua terfokus terhadap perhelatan Asian Games yang kemudian disusul multi event Asian para Games di Tanah Air. Isnanta menuturkan semoga pada tahun 2019 nanti, bapak Presiden Joko Widodo telah menetapkan prioritas kita pada pembangunan SDM disektor keolahragaan. "Artinya dalam pembangunan SDM ini, salahsatunya adalah tenaga keolahragaan, sehingga keinginan Bima untuk meningkatkan mutu para pelatihnya akan cepat terealisir, bahkan terhadap daerah lainnya," pungkas Isnanta. Sementara itu Wakil Bupati Bima Drs. Dachlan M. Noer mengatakan bahwa berkaca dari perhelatan Gala Desa tahun lalu yang dinilainya memiliki potensi luar biasa, pihaknya mengklaim siap memberikan lebih terhadap capaiannya tahun lalu. "Potensi SDM kami luar biasa disektor olahraga, khusunya di cabor atletik, meski tak menutup cabor lainnya. Bahkan atensi masyarakat dalam mengikuti Gala Desa tahun lalu diluar ekspektasi kami luarbiasanya," tutur Wakil Bupati Bima Drs. Dachlan M. Noer. Ia juga mengklaim jika Bima memiliki potensi besar untuk menghasilkan bibit-bibit andal olahraga Indonesia kedepannya. "Selaras dengan keinginan Presiden Joko Widodo terkait SDM dibidang olahraga, Bima merupakan potensi besar melalui asupan gizi yan g bagus mampu berlari dengan kuat, sehingga jika ingin mencari bibit atlet yang kuat dibidang atletik misalnya, carilah di Bima," pungkas Dachlan M. Noer. Hermansyah

(Hermansyah)

Tag : Raden Isnanta Kemenpora Gala Desa PPLPD

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Anda akan di muat di kanal citizen journalism , Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi dan mengikuti aturan main HarianTerbit.com ( Syarat dan Ketentuan )
Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus. comments powered by Disqus Sumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Bima

thumbnail

Posted by On 20.53

Pemilu 2019, KPU NTB Usulkan Penambahan Tiga Dapil DPRD ...

Pemilu 2019, KPU NTB Usulkan Penambahan Tiga Dapil DPRD Kabupaten/KotaPemilu 2019, KPU NTB Usulkan Penambahan Tiga Dapil DPRD Kabupaten/Kota Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori Pemilu 2019, KPU NTB Usulkan Penambahan Tiga Dapil DPRD Kabupaten/Kota

28 Februari 2018 15:22 SUARANTB.com

Mataram (Suara NTB) â€" KPU Provinsi NTB telah merampungkan pembahasan usulan Daerah Pemilihan (Dapil) untuk pemilihan Anggota DPRD tingkat kabupaten/kota di Pemilu 2019 mendatang.... Pemilu 2019, KPU NTB Usulkan Penambahan Tiga Dapil DPRD Kabupaten/Kota

Mataram (Suara NTB) â€" KPU Provinsi NTB telah merampungkan pembahasan usulan Daerah Pemilihan (Dapil) unt uk pemilihan Anggota DPRD tingkat kabupaten/kota di Pemilu 2019 mendatang. Hasil pembahasan tersebut kemudian akan diusulkan ke KPU RI untuk mendapat persetujuan.

'); }());

Ketua KPU Provinsi NTB, Lalu Aksar Ansori menyampaikan, bahwa pihaknya akan mempresentasikan hasil penataan Dapil di tingkat kabupaten/kota tersebut di hadapan KPU RI. Oleh karena itu ia berharap, KPU kabupaten/kota ikut memberikan masukan selengkap-lengkapnya dan mengawal KPU Provinsi NTB dalam memperjuangkan usulan dapil tersebut, hingga ditetapkan melalui Surat Keputusan.

Dalam Rapat Kooridinasi penataan dapil tersebut, jumlah dapil kabupaten/kota se-NTB mengalami penambahan tiga dapil pada Pemilu 2019 mendatang. Dimana pada Pemilu 2014 lalu, jumlah dapil sebanyak 43 dapil. Sedangkan pada Pemilu 2019 nanti, diusulkan menjadi 46 dapil.

“KPU Kabupaten/Kota yang mengusulkan penambahan dapil yaitu Kota Mataram, Kabupaten Dompu dan kabupaten Bima,” kata Aksar. Sementara kabupaten/kota la innya jumlah dapilnya tetap.

Dapil Kota Mataram pada tahun 2014 yang lalu hanya ada lima dapil, pada Pemilu 2019 mendatang diusulkan menjadi enam dapil. Kemudian di Kabupaten Dompu, pada Pemilu 2014 yang lalu ada tiga dapil, pada Pemilu 2019 diusulkan bertambah menjadi empat dapil. Selanjutnya di Kabupaten Bima pada Pemilu 2014 yang lalu dengan lima dapil, pada Pemilu 2019 mendatang diusulkan bertambah menjadi enam dapil.

Baca juga: Tanggapi Ali BD, Aksar Tegaskan KPU Berpedoman Undang-undang

Sementara itu di kabupaten/kota lainnya seperti Lombok Barat masih tetap dengan lima dapil. Lombok Tengah tetap dengan enam Dapil, Sumbawa lima dapil, dan Kota Bima tetap tiga dapil.

Kemudian Lombok Utara ada dua usulan yakni usulan pertama tetap seperti pada Tahun 2014 yang lalu yakni tiga dapil, pada usulan kedua menjadi lima dapil. Begitu juga dengan Sumbawa Barat dimana usulan pertama sama seperti pada tahun 2014 yakni tiga dapil, namun usulan kedua menjadi empat dapil.

Sementara itu penataan dapil di Lombok Timur diusulkan dua buah penataan Dapil, di mana usulan pertama dan usulan kedua sama seperti dapil pada tahun 2014 yakni 5 dapil, namun terjadi pergeseran jumlah kecamatan antar dapil tanpa mengurangui jumlah dapil yang ada.

Baca juga: Dana Kampanye Paslon di Pilkada NTB Dibatasi Rp 75 Miliar

Penataan dapil ini sesuai dengan tahapan Pemilu tahun 2019, yakni KPU kabupaten/kota se NTB telah melaksanakan uji publik usulan penataan dapil dan alokasi kursi anggota DPRD di masing-masing dari tanggal 7 â€" 13 Februari 2018 yang lalu.

Sementara untuk dapil DPRD NTB, yang lebih dulu ditetapkan, tidak mengalami perubahan. Masih sama dengan Pemilu 2014 lalu. Perubahan terjadi pada dapil DPR RI. Dimana pada pemilu 2014 lalu, NTB hanya menjadi satu dapil. Tapi pada pemilu 2019 mendatang, Provinsi NTB menjadi dua dapil yakni dapil 1, Pulau Lombok dan dapil 2 Pulau Sumbawa. (ndi)

BERITA TERKAIT :

  • Sebelum Musda, Golkar Kota Bima Harus Gelar MuscamSebelum Musda, Golkar Kota Bima Harus Gelar Muscam
  • Terkait Pimpinan DPRD Dompu, BK Kumpulkan Fraksi DewanTerkait Pimpinan DPRD Dompu, BK Kumpulkan Fraksi Dewan
  • Didukung PDIP, Begini Tanggapan Ali BDDidukung PDIP, Begini Tanggapan Ali BD
  • Fiddin Tidak Mau Borong Partai di Pilkada Lotim, Ini A...Fiddin Tidak Mau Borong Partai di Pilkada Lotim, Ini A...
Sumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Bima

thumbnail

Posted by On 20.53

Kerukunan Umat Beragama Roh Bagi Kehidupan Berbangsa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kerukunan hidup antar pemeluk umat beragama merupakan modal penting dalam kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Saking pentingnya, kerukunan umat beragama diibaratkan roh bagi kehidupan berbangsa. Maka untuk menjaga dan merawatnya adalah sebuah keharusan bagi semua pihak.

Tokoh Lintas Agama saat pertemuan di Kantor Kemenag Kab. Bima menyikapi berbagai persoalan. Foto: Ady

Demikian disampaikan Kepala Kemenag Kabupaten Bima H Syahrir saat pertemuan dengan Tokoh Lintas Agama Kota dan Kabupaten Bima di Aula Kantor Kemenag setempat, Jum’at (2/3) sore.

H Syahrir mengajak semua pihak berkomitmen menjaga daerah Bima ini dari tindakan yang dapat merusak kerukunan hidup umat beragama. Seperti disampaikan Menteri Agama RI melalui instruksinya menekankan betapa penting ikhtiar dan upaya untuk mengantisipasi potensi konflik yang dapat merusak kerukunan umat beragama.

Doktrin agama manapun kata dia, memerintahkan agar umatnya membawa ajaran agama yang damai dan penuh cinta kasih. Karena itu, semua pimpinan agama berkewajiban menjaga keharmonisan itu. Apabila ada polemik jangan dibiarkan menggelinding terus, harus ada sikap dan respon dengan cepat untuk menyelesaikannya.

“Kita harus mencari akar persoalannya. Pembinaan harus secara khusus terkait persoalan yang terjadi. Banyak kegiatan selama ini tetapi belum mampu menghasilkan jawaban terhadap persoalan yang terjadi,” paparnya.

Kemudian Ketua MUI Kabupaten Bima H Abdurrahim Haris mengatakan, sejauh pengamatannya selama ini kerukunan antar umat beragama di Bima sudah terjalin dengan begitu baik. Bahkan, bukti orang Bima menghargai perbedaan dan toleransi, tercat at dalam sejarah bahwa Sultan Bima menyerahkan tanah untuk membangun gereja untuk umat Kristiani di Bima, padahal kala itu pemeluknya baru 6 orang.

Menurutnya, yang paling riskan melahirkan konflik antar umat beragama adalah pendirian rumah ibadah. Karena itu, ia mengingatkan agar teliti dan melihat baik-baik aturan yang ada. Lalu penegakkan hukum harus cepat untuk menyikapi ketika muncul persoalan, apakah pembangunan rumah ibadah sudah sesuai aturan atau tidak.

“Kita tidak melihat adanya intoleransi di Bima. Secara personal saya pun mengenal pendeta dan pemuka agama lain. Orang Bima sangat menjunjung tinggi toleransi. Aturan sudah begitu baik dan indah tinggal kita menjalankannya dengan baik,” ujarnya.

Begitu pula disampaikan Kepala Badan Kesbangpolinmas Kabupaten Bima Edy Tarunawan. Intinya kata dia, bagaimana kita menghargai perbedaan karena toleransi itu adalah saling mengerti dan menghargai. Negara telah menjamin kebebasan beragama, memeluk agama dan me njalankan keyakinan beragama bagi pemeluknya. Tentu sesuai saja regulasi.

“Di Bima sudah terbangun dengan baik. Jangan sampai masalah perbedaan mengganggu kerukunan. Kalau ada perbedaan bisa membangun komunikasi yang baik. FKUB kota dan Kabupaten Bima kami lihat sudah menjalankan tugas dengan baik. Kalau ada perbedaan alangkah baiknya menahan diri dan menyikapinya dengan arif,” ingatnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Bima H Eka Iskandar mengatakan, persoalan apapun yang mengganggu kerukunan harus diselesaikan secepatnya tanpa menunggu waktu. Karenanya, pertemuan hari ini diharapkan dapat mengambil keputusan dari semua pengambil kebijakan.

Ia pun mengusulkan tokoh lintas agama yang hadir membuat pernyataan sikap bersama agar bisa menjadi sumber kekuatan. Pernyataan sikap itu nantinya digunakan sebagai acuan untuk menyikapi setiap persoalan yang terjadi. Kemudian dijadikan rekomendasi untuk disampaikan kepada Bupati, Walikota, Kepolisian dan semua pihak terka it.

*Kahaba-03

Sumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Bima

thumbnail

Posted by On 20.53

Kawasan Mangrove Lembar Lombok Barat Kian Eksotis

Mangrove Lembar
INDAH : Salah satu titik view di kawasan mangrove Desa Lembar Selatan Kecamatan Lembar. (Rasinah Abdul Igit/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG â€" Program penataan yang juga melibatkan masyarakat membuat kawasan mangrove di pesisir Desa Lembar Selatan Kecamatan Lembar kian eksotis. Wisatawan banyak memilih waktu sore hari untuk berkunjung sekalian menikmati sunset.

Seiring waktu, pohon mangrove yang ditanam beberapa tahun lalu mulai besar dan membuat kawasan ini rimbun, teduh dan indah. Kawasan ini ditata oleh Pemkab Lombok Barat bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan lewat program khusus. Kemarin sore, ada puluhan wisatawan yang datang menikmati keindahan mangrove. Warga setempat mendapat kan berkah pariwisata dengan membuka jasa areal parkir, lapak dagangan, hingga menyediakan zona swafoto berbayar. Yang paling favorit bagi pengunjung adalah menyusuri jembatan kayu yang memanjang di pinggir hutan bakau. Ada juga jembatan penyeberangan yang terbuat dari kayu. Pengunjung yang ingin berkeliling hutan, warga juga menyediakan perahu. “ Alhamdulillah, tetap ramai, apalagi sore,” ungkap Sahni (45), pedagang setempat.

Yang diharapkan warga adalah akses jalan menuju kawasan ini. Dari jalan utama ke lokasi sekitar 500 meter dan masih jalan tanah. Jalannya juga sempit. “Kalau bisa ini diaspal dan dilebarkan. Kan tidak panjang, sedikit saja,” ungkap warga lainnya, Muhammad.(git)

Sumber: Google News | Warta 24 Lombok Barat

thumbnail

Posted by On 20.53

PLN Bangun Kabel Laut ke Pulau Terpencil di Lombok Barat

Ilustrasi kabel bawah laut.Microsoft Ilustrasi kabel bawah laut.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN tengah membangun infrastruktur berupa kabel laut yang bakal dipakai untuk mengalirkan listrik ke Pulau Gilu Gede, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pulau yang dimaksud merupakan salah satu wilayah terpencil di NTB, namun memiliki potensi tinggi di bidang perikanan dan pariwisata.

“Kami akan menyambungkan 2 kabel sekaligus, satu sebagai cadangan, sehingga jika ada gangguan, penyaluran listrik bisa dialihkan. Selain itu, kalau pertumbuhan beban tinggi, kami juga tetap bisa penuhi,” terang Gen eral Manager PLN Wilayah NTB Mukhta melalui keterangan resminya, Kamis (22/2/2018).

Adapun kabel laut yang akan dipasang itu sepanjang 2 x 2,4 Km dengan kapasitas 20 kiloVolt (kV). Saat sudah terpasang nanti, 450 kepala keluarga yang tinggal di pulau tersebut akan bisa menikmati aliran listrik tanpa harus memakai genset.

Baca juga: PLN: Tenaga Angin di Sukabumi Berpotensi Jadi Energi Listrik

Mukhtar menceritakan dalam proses pemasangam kabel laut itu, PLN sendiri mengalami tantangan besar, yakni minimnya transportasi dan medan yang sulit.

Misalnya, pengangkutan peralatan kelistrikan yang harus dilakukan dengan cara-cara tradisional, yaitu memakai tongkang sederhana yang ditarik oleh sebuah kapal kayu.

Untuk menaikan seluruh peralatan, seperti gulungan kabel, trafo dan tiang juga dilakukan secara manual, yaitu digotong atau menggunakan gerobak.

“Hal ini membuat proses pengangkutan dan pembangunannya lebih lama. K arena kapal dan peralatannya sederhana, tentu kami harus lebih hati-hati. Ombak besar sedikit, tentu menaikkan peralatan ke kapal lebih sulit, bahkan terkadang kami harus menundanya sampai cuaca membaik,” kisah Mukhtar.

Begitu tiba di Gili Gede pun masih ada tantangan berat. Seluruh peralatan tersebut harus diangkut dari dermaga menuju lokasi pemasangan menggunakan gerobak, bahkan adakalanya harus digotong oleh beberapa petugas karena jalur aksesnya sempit serta tidak ada mobil.


Berita Terkait

Sempat Alami Gangguan, PLN Klaim Listrik di Jakarta Sudah Menyala

PLN: 13 Gardu Induk Terganggu, Sebabkan Mati Listrik di Jakarta dan Tangerang

PLN: 17 Gardu Induk Pulih, Listrik di Jakarta dan Tangerang Kembali Menyala

PLN Jamin Gangguan Listrik di Jakarta dan Tangerang Tidak Terjadi Lagi

Dukung Investasi di KEK Arun, PLN Aceh Siapkan Listrik 400 MW

Terkini Lainnya

BNI TapCash Edisi Elek Yo Band Diluncurkan di Java Jazz 2018

BNI TapCash Edisi Elek Yo Band Diluncurkan di Java Jazz 2018

Keuangan 03/03/2018, 11:33 WIB Sri Mulyani Akui Sistem Keuangan Digital di Indonesia Rawan Diretas

Sri Mulyani Akui Sistem Keuangan Digital di Indonesia Rawan Diretas

Keu angan 03/03/2018, 08:00 WIB Masih Ada 68 Juta Masyarakat yang Belum Terdaftar JKN-KIS

Masih Ada 68 Juta Masyarakat yang Belum Terdaftar JKN-KIS

Makro 02/03/2018, 21:03 WIB Uang Masyarakat Yang Hilang karena Investasi Bodong Capai Rp 105 Triliun

Uang Masyarakat Yang Hilang karena Investasi Bodong Capai Rp 105 Triliun

Keuangan 02/03/2018, 20:30 WIB Sri Mulyani: Sumber Kekayaan Bukan Lagi Tambang Emas, tapi Data

Sri Mulyani: Sumber Kekayaan Bukan Lagi Tambang Emas, tapi Data

Makro 02/03/2018, 20:10 WIB Walau Rupiah Tertekan Penguatan Dollar AS, BI Jamin Ekonomi Indonesia Terjaga

Walau Rupiah Tertekan Penguatan Dollar AS, BI Jamin Ekonomi Indonesia Terjaga

Makro 02/03/2018, 19:15 WIB China Dinilai Harus Respons Kebijakan Tarif Impor Baja dan Aluminium AS

China Dinilai Harus Respons Kebijakan Tarif Impor Baja dan Aluminium AS

Makro 02/03/2018, 18:15 WIB Prudential Indonesia Bantu Sekolah di Papua

Prudential Indonesia Bantu Sekolah di Papua

Makro 02/03/2018, 17:15 WIB Pekan Ini, Kekayaan Warren Buffett Merosot Rp 51,6 Triliun, Mengapa?

Pekan Ini, Kekayaan Warren Buffett Merosot Rp 51,6 Triliun, Mengapa?

Inspirasi 02/03/2018, 16:15 WIB Selama IMF-World Bank Annual Meeting, Uang Berputar Diprediksi Capai Rp 5,7 Triliun

Selama IMF-World Bank Annual Meeting, Uang Berputar Diprediksi Capai Rp 5,7 Triliun

Makro 02/03/2018, 16:00 WIB Pemerintah di Dua Kota Ini Laksanakan Sanksi Tegas terhadap Pelanggaran Transportasi Daring

Pemerintah di Dua Kota Ini Laksanakan Sanksi Tegas terhadap Pelanggaran Transportasi Daring

Ril is 02/03/2018, 15:22 WIB Harga Beras, Cabai Merah, BBM, dan Rokok Sebabkan Inflasi DKI Jakarta 0,37 Persen

Harga Beras, Cabai Merah, BBM, dan Rokok Sebabkan Inflasi DKI Jakarta 0,37 Persen

Rilis 02/03/2018, 15:15 WIB Apa Saja yang Akan Dibahas saat IMF-World Bank Annual Meeting 2018?

Apa Saja yang Akan Dibahas saat IMF-World Bank Annual Meeting 2018?

Makro 02/03/2018, 14:45 WIB Tahun Ini Seluruh Bandara AP1 Punya 'Airport Operation Control Center'

Tahun Ini Seluruh Bandara AP1 Punya "Airport Operation Control Center&q uot;

Makro 02/03/2018, 14:41 WIB Satu Rangkaian Alami Gangguan, Kereta Bandara Soekarno-Hatta Tetap Beroperasi

Satu Rangkaian Alami Gangguan, Kereta Bandara Soekarno-Hatta Tetap Beroperasi

Makro 02/03/2018, 14:30 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Lombok Barat