Aksi Kemanusiaan, Memperingati Tragedi Bima Berdarah - Warta 24 Nusa Tenggara Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Aksi Kemanusiaan, Memperingati Tragedi Bima Berdarah

Aksi Kemanusiaan, Memperingati Tragedi Bima Berdarah

Matarakyatmu_Makassar | Kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi pada Tahun 2011 lalu di Kabupaten Bima, kini kembali di kenang sebagai kasus HAM yang tidak pernah…

Aksi Kemanusiaan, Memperingati Tragedi Bima Berdarah

Matarakyatmu_Makassar | Kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi pada Tahun 2011 lalu di Kabupaten Bima, kini kembali di kenang sebagai kasus HAM yang tidak pernah tuntas di selesaikan.

Aliansi Mahasiswa Bima Makassar menggugat dan kembali turun ke jalan dalam rangka melakukan aksi kemanusian dan menuntut kasus pelanggaran HAM tersebut harus di selesaikan. Aksi kemanusiaan tersebut selalu di peringati tiap tahunya dan di kenang sebagai Tragedi Bima Berdarah. Minggu (24/12) di persimpangan ujung jl. A.P. Petarani.

Masa aksi melakukan orasi di atas mobil pada saat aksi kemanusiaan, mengenang tragedi Bima Berd arah.

Dalam tuntutanya, masa aksi meminta agar kasus pelanggaran HAM tersebut harus di selesaikan. Bukan hanya itu, kasus-kasus yang lainnya menjadi pemicu akan terjadinya konflik harus di selesaikan.

Kami meminta agar kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Kabupaten Bima pada tahuh 2011 harus di tuntaskan, begitu juga dengan SK 188 harus di cabut secara permanen. Ungkap Man pada saat orasinya.

Parman selaku Koordinator Lapangan menilai bahawa kasus pelanggaran HAM di Bima beberapa tahun lalu merupakan kasus terbesar yang pernah ada di Bima. Pihak aparatur keamanan (Polisi) melakukan penembakan secara membabibuta terhadap masyarakat sehingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Kasus penembakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap masyarakat merupakan kasus terbesar yang pernah ada. Oleh karena itu, kami melakukan aksi kemanusia menuntut agar kasus ini segera di selesaikan dan pihak kepolisian harus bertanggung jawab. Ungkap Parman.< /p>

Setelah masa aksi melakukan orasi secara bergantian mulai pukul 09:00 sampai pada pukul 12:15, koordinator lapangan membacakan pernyataan sikap kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Darah Juang, setelah itu masa aksi bubar dengan tertib.

Liputan : Yudhy

Baca Juga Terjadi Kasus Pembunuhan di Lalebata, Polisi Lakukan PulbaketSumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Bima

Tidak ada komentar