Kakek di Lobar Hamili Keponakan Ditangkap, Digauli Tiap Pulang ... - Warta 24 Nusa Tenggara Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Kakek di Lobar Hamili Keponakan Ditangkap, Digauli Tiap Pulang ...

Kakek di Lobar Hamili Keponakan Ditangkap, Digauli Tiap Pulang ...

kicknews.today â€" Aparat Kepolisian Resor Mataram, Nusa Tenggara Barat, menangkap seorang kakek berinisial JON (50) asal Gerimax, Lombok Barat, karena perbua…

Kakek di Lobar Hamili Keponakan Ditangkap, Digauli Tiap Pulang ...

kicknews.today â€" Aparat Kepolisian Resor Mataram, Nusa Tenggara Barat, menangkap seorang kakek berinisial JON (50) asal Gerimax, Lombok Barat, karena perbuatan asusila terhadap keponakannya anak perempuan berusia 14 tahun hingga hamil.

“Akibat perbuatannya, korban dengan inisial HW, yang masih berusia 14 tahun, hamil enam bulan,” kata Kanit PPA Satreskrim Polres Mataram Ipda Eka Dian Pratiwi di Mataram, Selasa (12/12).

Dijelaskan bahwa kakek yang sudah memiliki tiga cucu ini melakukan aksi bejatnya sejak korban masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar. Perbuatannya itu kerap dilakukan setiap korban pulang mengaji pada waktu malam hari.

Baca Juga

Hamili Pacar, Remaja ini Ditangkap Polisi

Di Jalan Sriwijaya Mataram, Polisi Bekuk Pelaku Curanmor

Polisi Kejar Pelaku Perampokan Sadis di Karang Bedil Mataram

Siang Tadi, Toko di Karang Bedil Dirampok, Korban Luka Bacok

“Jadi perbuatannya ini direncanakan ketika korban pulang mengaji. Perbuatannya dilakukan di sebuah rumah kosong milik pelaku. Karena mendapat ancaman, korban tidak berani menolak dan melapor,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, Dian mengatakan bahwa pelaku diketahui masih ada hubungan darah dengan korban yang merupakan keponakannya sendiri.

Kasusnya terungkap berdasarkan adanya laporan dari pihak sekolah korban. Berangkat dari dari laporan tersebut, polisi kemudian mendapat pengakuan korban dengan pelaku yang mengarah pada JON.

“Jadi awalnya dari pihak sekolah, gurunya curiga dengan perubahan bentuk tubuh korban, setelah ditanya, korban mengaku hamil dari pamannya sendi ri,” ucapnya.

Setelah berhasil menangkap pelaku di rumahnya, polisi kemudian mengabarkan kasus ini kepada orang tua dan pihak keluarga korban.

“Memang sengaja kita belakangan mengabarkan ke pihak keluarga korban. Ini untuk menghindari perbuatan main hakim sendiri,” kata Dian.

Akibat perbuatannya, pelaku yang saat ini telah mendekam di balik jeruji besi Mapolres Mataram disangkakan Pasal 81 Ayat 1 juncto Pasal 76 E Undang-Undang RI Nomor 35/2014 perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

“Sesuai pasal yang kita persangkakan, pelaku terancam pidana penjara paling singkat lima tahun penjara dengan denda paling banyak Rp15 miliar,” ucapnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Sumber: Google News | Warta 24 Matara m

Tidak ada komentar