Nafal Quryanto dan Rute Ekstrim Lain Oleh Traveler Sepeda - Warta 24 Nusa Tenggara Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Nafal Quryanto dan Rute Ekstrim Lain Oleh Traveler Sepeda

Nafal Quryanto dan Rute Ekstrim Lain Oleh Traveler Sepeda

Nafal Quryanto dan Rute Ekstrim Lain Oleh Traveler Sepeda Reporter: Egi Adyatama Editor: Tulus Wijan…

Nafal Quryanto dan Rute Ekstrim Lain Oleh Traveler Sepeda

Nafal Quryanto dan Rute Ekstrim Lain Oleh Traveler Sepeda Reporter:

Egi Adyatama

Editor:

Tulus Wijanarko

Jumat, 8 Desember 2017 12:07 WIB
Nafal Quryanto dan Rute Ekstrim Lain Oleh Traveler Sepeda

Ilustrasi traveler sepeda alias bikepacker

TEMPO.CO, Jakarta - Pengelana sepeda asal Indonesia, Nafal Quryanto, yang tewas di Uttarakhand, perbatasan India-Nepal, seharusnya dijadwalkan mengakhiri petualangannya dan pulang ke rumahnya di Bogor pada Januari 2018.

Nafal Quryanto meninggalkan Bogor pada Juni 2017, ditemukan tewas di sebuah jurang di Uttarakhand. Pengelana berusia 28 tahun itu memang bertujuan mengakhiri perjalannya di Nepal, setelah melewati beberapa negara di Asia Tenggara dan Selatan.Akun Facebook Nafal Quryanto. (facebook)

Perjalanan Nafal tersebut bisa dibilang cukup ekstrim karena menempuh ribuan kilometer dan perlau waktu sangat lama. Menurut Bambang Hertadi Mas alias Paimo, traveler sepeda bisa disebut tengah touring jika menempuh jarak minimal 5000 kilometer. Namun menurut Deviano Oktavianus, salah seroang pesepeda, mereka yang menempuh jarak 500-1500 km sudah bisa disebut touring.

Berikut beberapa rute ekstrim yang pernah ditempuh pengelana sepeda asal Indonesia.

  1. Rute Guangzhou, kembali ke Vietnam, menjelajah Laos, Thailand, Kamboja, Malaysia, Singapura, dan akhirnya masuk ke Indonesia via Batam. Rut e ini, antara lain, pernah dijalani Budi Chandra.
  2. Rute Titik Nol Kilometer (Aceh), ke tenggara menuju Lampung, lalu menyeberang ke Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa. Rute ini, antara lain, dijelajahi Budi Chandra.
  3. Jakarta-Sabang (Aceh) sejauh 3052 kilometer. Rute ini, antara lain, pernah ditempuh Deviano Oktavianus, selama 38 hari, salah seorang pegiat touring. Selama perjalanan dia menghabiskan dana Rp 4 juta
  4. Rute Malaysia ke Ho Chi Minh, sejauh 2.800 km. Rute ini, antara lain pernah ditempuh Aristi Prajwalita Madjid. Dia pernah juga menyusuri Sungai Mekong Delta sampai Vietnam.
  5. Rute Hanoi ke Beijing yang berjarak 1.989 km. Aristi menempuh jarak ini selama 30 hari ini dan menghabiskan biaya Rp 9 juta. Biaya terbesar yang dikeluarkan justru untuk penginapan, karena pemerintah Cina mewajibkan wisatawan asing menginap minimal di hotel bintang 3.

Salah satu nama kondang dalam pelancongan bersepeda ini tentu saja adalah Bambang Hertadi Mas atau akrab disapa Paimo. Lulusan Desain Grafis Fakultas Seni Rupa Institut Teknologi Bandung ini telah melanglang buana mengayuh kereta angin puluhan ribu kilometer ke berbagai benua. Tak sekadar mengayuh, tapi juga mengukir angka pendakian gunung dengan sepedanya itu.

Berikut beberapa catatan petualangan Paimo dengan sepeda:

  1. Dengdan sepeda yang dirombak dari kerangka sepeda balap dia pernah bertualang ke Sumbawa dan lalu ke pulau-pulau lain di seluruh Tanah Air
  2. Perjalanan ke luar negeri pertamanya dilakukan pada 1986. Dimulai dengan melintasi Pontianak-Tawau Sarawak sejauh 2.000 kilometer. Setelah itu dia menjelajah Thailand, Vietnam, Laos, dan Kamboja. Lain waktu, dia menjajal rute pegunungan di Kathmandu, Nepal, melalui India. Tak puas di Asia, dia pun menyusuri jalan Perth-Sydney sejauh 1.300 kilometer.
  3. Jejak roda sepedanya juga membekas di jalanan di Benua Biru, Eropa, melintasi empat negara sejauh 2.800 kilometer. Angka yang diukir bertambah panjang setelah melintasi Benua Afrika, bersepeda mencapai Maroko. Dia bersepeda selama 48 hari.
  4. Dia pun sukses mendaki puncak Kilimanjaro di Tanzania, Afrika, dengan sepedanya pada 1987. Jika tak bersepeda, dia menggendong sepedanya. Pendakian lain juga dilakukan di puncak Mount Blanc, Prancis dan Italia. Puncak gunung lain yang menjadi kebanggaan setelah dijelajahi, yakni puncak Merapic di Nepal dengan ketinggian 6.476 meter di atas permukaan laut.
  5. Lalu dia membelah Pegunungan Andes. Pengalamannya dituangkan dalam buku yang ditulisnya, Bersepeda Membelah Pegunungan Andes. Ia bersepeda selama 62 hari dari Bolivia ke Cile sejauh 6.000 kilometer.

EGI ADYATAMA | RULLY KESUMA| ANWAR SISWADI

Berita lain:

Nafal Quryanto dan 9 Fakta Mengenai Kegiatan Traveler Sepeda
Menyantap Kuliner Warisan Peranakan di Little Hong Kong di Indonesia
Libur Akhir Tahun ke Bengkulu, Jangan Lupa 5 Ole h-oleh Khas Ini
Yuk, Memborong Wastra di Pekalongan Batik Night Market

Terkait
  • Adu Kreatif dalam Lomba Sepeda Unik di 11 Kota Indonesia

    Adu Kreatif dalam Lomba Sepeda Unik di 11 Kota Indonesia

    2 hari lalu
  • Tewas di India, Petualangan Sepeda Nafal Seharusnya Usai Januari

    Tewas di India, Petualangan Sepeda Nafal Seharusnya Usai Januari

    2 hari lalu
  • Nafal Quryanto dan 9 Fakta Mengenai Kegiatan Traveler Sepeda

    Nafal Quryanto dan 9 Fakta Mengenai Kegiatan Traveler Sepeda

    2 hari lalu
  • Traveler Sepeda Asal Indonesia, Nafal Quryanto, Tewas di Nepal

    Traveler Sepeda Asal Indonesia, N afal Quryanto, Tewas di Nepal

    2 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Muslim dari 3 Negara Ini Paling Banyak Wisata Ziarah ke Yerusalem

    Muslim dari 3 Negara Ini Paling Banyak Wisata Ziarah ke Yerusalem

    2 jam lalu
  • Mengenal Tiga Tempat Suci di Yerusalem

    Mengenal Tiga Tempat Suci di Yerusalem

    1 hari lalu
  • Nafal Quryanto dan Rute Ekstrim Lain Oleh Traveler Sepeda

    Nafal Quryanto dan Rute Ekstrim Lain Oleh Traveler Sepeda

    1 hari lalu
  • Adu Kreatif dalam Lomba Sepeda Unik di 11 Kota Indonesia

    Adu Kreatif dalam Lomba Sepeda Unik di 11 Kota Indonesia

    2 hari lalu
  • Foto
  • Belajar Bahasa Inggris di Desa Bahasa Borobudur

    Belajar Bahasa Inggris di Desa Bahasa Borobudur

    1 hari lalu
  • Pria Ini Ubah Tamannya jadi Rumah Santa Claus

    Pria Ini Ubah Tamannya jadi Rumah Santa Claus

    1 hari lalu
  • Menikmati Sensasi Makan Ditemani Kucing di Cafe Cat

    Menikmati Sens asi Makan Ditemani Kucing di Cafe Cat

    2 hari lalu
  • Kemewahan Hotel Khusus Hewan di Singapura

    Kemewahan Hotel Khusus Hewan di Singapura

    3 hari lalu
  • Video
  • Melihat Shibuya Crossing, Persimpangan Padat Penyeberang Jalan

    Melihat Shibuya Crossing, Persimpangan Padat Penyeberang Jalan

    5 hari lalu
  • Alasan Indonesia Menjadi Langganan Siklon Tropis

    Alasan Indonesia Menjadi Langganan Siklon Tropis

    5 hari lalu
  • Resmikan Venue Asian Games, Tiga Menteri Ini Bermain Hockey

    Resmikan Venue Asian Games, Tiga Menteri Ini Bermain Hockey

    5 hari lalu
  • Buaya Kutai Timur, Ancaman yang Jadi Potensi Wisata

    Buaya Kutai Timur, Ancaman yang Jadi Potensi Wisata

    6 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Anak Muda di Malang Bisa Adu Kreatifitas di Loop Arena Baru

  • 2

    Muslim dari 3 Negara Ini Paling Banyak Wisata Ziarah ke Yerusalem

  • 3

    Tip Monita Tahalea: Benda Remeh-temeh yang Ampuh Saat Traveling

  • 4

    Yang Baru dari Bayuwangi: Wisata Jalan Kaki 100 Kilometer

  • 5

    Kampung Coklat Blitar, Pilihan Menarik Liburan Akhir Tahun

  • Fokus
  • Berebut Lahan Parkir Strategis dan Basah di Jakarta

    Berebut Lahan Parkir Strategis dan Basah di Jakarta

  • DKI Jakarta    Merazia Pajak Kendaraan Terkait Tunggakan Rp 1,7 T

    DKI Jakarta Merazia Pajak Kendaraan Terkait Tunggakan Rp 1,7 T

  • Adu Taktik antara KPK dan Setya Novanto di Kasus E-KTP

    Adu Taktik antara KPK dan Setya Novanto di Kasus E-KTP

  • Siapa Tersangka Baru e-KTP Setelah Setya Novanto?

    Siapa Tersangka Baru e-KTP Setelah Setya Novanto?

  • Terkini
  • Pacu Dayung Serindit Boat, Pilihan Libur Akhir Tahun di Siak

    Pacu Dayung Serindit Boat, Pilihan Libur Akhir Tahun di Siak

    3 jam lalu
  • Muslim dari 3 Negara Ini Paling Banyak Wisata Ziarah ke Yerusalem

    Muslim dari 3 Negara Ini Paling Banyak Wisata Ziarah ke Yerusalem

    4 jam lalu
  • Yang Baru dari Bayuwangi: Wisata Jalan Kaki 100 Kilometer

    Yang Baru dari Bayuwangi: Wisata Jalan Kaki 100 Kilometer

    5 jam lalu
  • Kampung Coklat Blitar, Pilihan Menarik Liburan Akhir Tahun

    Kampung Coklat Blitar, Pilihan Menarik Liburan Akhir Tahun

    5 jam lalu
  • Anak Muda di Malang Bisa Adu Kreatifitas di Loop Arena Baru

    Anak Muda di Malang Bisa Adu Kreatifitas di Loop Arena Baru

    13 jam lalu
  • Tip Monita Tahalea: Benda Remeh-temeh yang Ampuh Saat Traveling

    Tip Monita Tahalea: Benda Remeh-temeh yang Ampuh Saat Traveling

    21 jam lalu
  • W   isata Bengkulu 2018: Dari Festival Tabot hingga Enggano Fiesta

    Wisata Bengkulu 2018: Dari Festival Tabot hingga Enggano Fiesta

    1 hari lalu
  • Museum Batik Danar Hadi Perkuat Identitas Solo sebagai Kota Batik

    Museum Batik Danar Hadi Perkuat Identitas Solo sebagai Kota Batik

    1 hari lalu
  • 4 Hari di Prancis, Ini Rekomendasi Tempat yang Cocok Dikunjungi

    4 Hari di Prancis, Ini Rekomendasi Tempat yang Cocok Dikunjungi

    1 hari lalu
  • Pa   ntai Meleura di Muna Disebut-sebut sebagai Miniatur Raja Ampat

    Pantai Meleura di Muna Disebut-sebut sebagai Miniatur Raja Ampat

    1 hari lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Survei Pilpres 2019, Anies Baswedan Bersaing dengan Ahok

    Survei Indo Barometer soaPilpres 2019 menunjukkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Anies Baswedan bersaing ketat dalam hal elektabilitas.

    Sumber: Google News | Warta 24 Sumbawa

    Tidak ada komentar