Bakrie Grup Janji Lunasi Pembayaran Saham DMB Bulan Ini - Warta 24 Nusa Tenggara Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Bakrie Grup Janji Lunasi Pembayaran Saham DMB Bulan Ini

Bakrie Grup Janji Lunasi Pembayaran Saham DMB Bulan Ini

Direktur Utama PT. DMB, H. Andy Hadianto (Suara NTB/dok) Bakrie Grup Janji Lunasi Pembayaran Saham DMB Bulan Ini 2 Maret 2018 16:23 SUARANTB.com Mataram (Suara NTB…

Bakrie Grup Janji Lunasi Pembayaran Saham DMB Bulan Ini

Bakrie Grup Janji Lunasi Pembayaran Saham DMB Bulan IniBakrie Grup Janji Lunasi Pembayaran Saham DMB Bulan Ini Direktur Utama PT. DMB, H. Andy Hadianto (Suara NTB/dok) Bakrie Grup Janji Lunasi Pembayaran Saham DMB Bulan Ini

2 Maret 2018 16:23 SUARANTB.com

Mataram (Suara NTB) â€" Uang hasil penjualan saham 6 persen PT. Daerah Maju Bersaing (DMB) dijanjikan akan dilunasi oleh PT. Multi Capital, perusahaan Group... Bakrie Grup Janji Lunasi Pembayaran Saham DMB Bulan Ini

Mataram (Suara NTB) â€" Uang hasil penjualan saham 6 persen PT. Daerah Maju Bersaing (DMB) dijanjikan akan dilunasi oleh PT. Multi Capital, perusahaan Group Bakrie pada Maret in i.

Sementara mengenai nasib perusahaan daerah itu setelah tak punya lagi saham di PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang dulu bernama PT. Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) sepenuhnya di tangan tiga pemegang saham.

'); }());

Hal tersebut dikatakan Direktur Utama PT. DMB, H. Andy Hadianto, SH, MM dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Kamis, 1 Maret 2018 siang. Ia menyebutkan uang hasil penjualan saham sudah masuk ke rekening DMB sebesar Rp 61 miliar lebih.

‘’Kalau sekarang sisanya sekitar Rp 400 miliar, sabar dikit. Tinggal sebulan (dilunasi),’’ katanya.

Andy mengatakan, perusahaan mitra Pemda itu punya itikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya. Bahkan, ia menyebut perusahaan Group Bakrie itu punya itikad sangat baik. Meskipun Pt. Multi Capital mengalami kerugian dalam pembelian saham di PTNNT.

Namun mereka tetap memberikan uang hasil penjualan saham ke PT. DMB yang merupakan perusahaan milik Pemprov NTB, Pemda Sumbawa dan Sumbawa Barat.

< p>Ia menjelaskan, untuk membeli saham PTNNT sebesar 24 persen, PT. Multi Capital mengeluarkan uang sekitar Rp 8,6 triliun. Dari pembelian saham itu, Pemda diberikan saham secara cuma-cuma sebesar 6 persen. Uang yang diperoleh ketiga Pemda melalui DMB hingga saham tersebut dijual ke PT. AMNT sebut Andy sekitar Rp 1,4 triliun.

Baca juga: Nilai Penjualan 6 Persen Saham DMB Rp 408 Miliar

Kemudian, saham tersebut dijual ke PT. AMNT beberapa tahun lalu seharga Rp 4 triliun lebih. Meskipun mengalami kerugian, lanjut Andy, namun PT. Multi Capital tetap memberikan uang hasil penjualan saham kepada Pemda lebih dari Rp 400 miliar.

“Kita ndak pernah keluar uang untuk membeli saham itu. Meskipun mereka rugi, kita tetap dikasi,” katanya.

Mengenai penggunaan uang hasil penjualan saham tersebut, Andy mengatakan secara aturan berdasarkan UU Perseroan Terbatas (PT) harus diputuskan lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). RUPS, katanya, sesuai aturan dilaksanakan paling kurang sa tu kali dalam setahun. RUPS dilaksanakan paling lambat enam bulan setelah berakhirnya tahun anggaran atau sekitar bulan Juni.

Namun dalam hal tertentu, jelas Andy, para pemegang saham dapat mengusulkan RUPS Luar Biasa. Untuk RUPS LB ini, Andy mengaku menunggu keputusna para pemegang saham. Pada pertengahan Februari lalu, sudah dijadwalkan RUPS LB. Namun dari tiga pemegang saham, hanya Pemprov yang hadir. Sementara Pemda Sumbawa dan Sumbawa Barat tidak menghadiri RUPS LB tersebut.

Baca juga: Nilai Penjualan 6 Persen Saham DMB Rp 408 Miliar

Mengenai RUPS LB berikutnya, Andy mengatakan masih menunggu perintah dari pemegang saham. Disinggung mengenai rencana RUPS LB pada Maret ini, Andy mengatakan sah-sah saja dilakukan. “Yang menentukan RUPS LB adalah pemegang saham. Saya menunggu sifatnya,” jelasnya.

Mengenai keberadaan PT. DMB setelah tak memiliki saham di AMNT, Andy menambahkan tergantung dari tiga pemegang saham. Andy mengatakan dirinya masih ingin menjabat sebagai direktur utama. Apakah PT. DMB akan dibubarkan atau tetap menjadi perusahaan daerah, kata Andy, tergantung dari Pemprov NTB, Pemda Sumbawa dan Sumbawa Barat.

‘’Harus dibicarakan di RUPS. Bagaimana rencana ke depan. Uangnya mau dipakai untuk apa. Dalam Perda tentang DMB, selain core bisnis investasi atau usaha-usaha lainnya yang dipandang sesuai ketentuan bisa dilakukan oleh perseroan. Banyak peluang usaha-usaha lainnya,’’ tandasnya. (nas)

BERITA TERKAIT :

  • Pembangunan Pasar Modern dan Ruko Dapat Gusur PKLPembangunan Pasar Modern dan Ruko Dapat Gusur PKL
  • Penonton ini Rela dari Yogyakarta ke Mataram Demi Berte...Penonton ini Rela dari Yogyakarta ke Mataram Demi Berte...
  • Kasus IT Lobar, Mantan PPK Sebut Keterlibatan Pihak Lai...Kasus IT Lobar, Mantan PPK Sebut Keterlibatan Pihak Lai...
  • Ekonomi NTB Melaju 7,10 Persen Tanpa TambangEkonomi NTB Melaju 7,10 Persen Tanpa Tambang
Sumber: Google News | Warta 24 Sumbawa Barat

Tidak ada komentar