WARTA 24 NUSA TENGGARA BARAT

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Bengkel Las di Bima Diduga Rakit Senjata Api

Posted by On 20.06

Bengkel Las di Bima Diduga Rakit Senjata Api


MATARAM-Kepolisian kembali menahan seorang warga Bima terkait senjata api (Senpi) rakitan. Kali ini, petugas menciduk pembuatnya langsung, yakni dengan inisial LA, 46 tahun. Yang bersangkutan ditangkap di Desa Kalampa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.

Kabidhumas Polda NTB AKBP Tribudi Pangastuti mengatakan, penangkapan ini merupakan pengembangan dari pelaku berinisial AR, yang kini kasusnya ditangani Polda NTB. Dari sana, petugas mengetahui asal usul senpi yang dimiliki tersangka.

”Pengembangan kasus sebelumnya,” kata Tribudi, Sabtu (9/12).

Baca Juga :

  • Ojek Sepi, Nyambi Jadi Pencuri
  • Tender Kantor Bupati Loteng Digugat
  • Cukong Kayu Kendalikan Pembalakan Liar di NTB
  • Habis Nyabu, Terduga Begal Ditembak
  • CPNS K2 Dompu Menang Lagi
  • Bengkel Las di Bima Diduga Rakit Senjata Api
  • Ramai-ramai Bobol Rumah Kosong, Angkut Hasil Curian Dengan Kendaraan Dinas
  • Preman Terminal Mandalika Diringkus
  • Polisi Tahan Tekong Perekrut Rabitah
  • Otak Pencurian di Islamic Centre Tertangkap

Ditangkapnya LA, memang berawal dari informasi yang diberikan AR. Petugas langsung menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan. Setelah didapat bukti yang cukup kuat, tim melakukan penggerebekan di kediamannya, sekitar pukul 17.00 Wita, Jumat (8/12).

Tribudi mengatakan, dalam penggerebekan itu, pelaku yang berada di rumah, langsung diamankan petugas. Selanjutnya mereka melakukan penggeledahan di bengkel las milik pelaku.

Dugaan polisi ternyata benar. Keterkaitan AR dengan senpi rakitan dibuktikan dalam penggeledahan tersebut. Petugas mendapati sejumlah barang bukti komponen senjata api dari dalam bengkel milik AR.

Beberapa barang bukti yang menguatkan dugaan petugas, antara lain, kerangka senpi, besi pipa untuk senpi jenis laras panjang, hingga kerangka pelatuk . Selain itu, ada juga peralatan las berupa gerinda, alat bor, dan tabung nitrogen.

”Ada juga per shock sepeda motor itu dan kepala busi,” beber Tribudi.

Benda-benda yang diduga kuat sebagai komponen senpi, langsung disita petugas. Mereka juga membawa AR untuk diperiksa di kantor polisi.

”Sekarang masih pengembangan,” pungkasnya.

Kepolisian di Bima saat ini memang terlihat gencar menertibkan senpi rakitan. Beberapa konflik yang terjadi, warganya kerap mempersenjatai diri dengan menggunakan senpi rakitan.

Hal itu yang kemudian mendorong Kapolres Bima Kabupaten AKBP Bagus S Wibowo mengimbau masyarakat menyerahkan senpi, senjata tajam dan anak panah ke pihak kepolisian. Imbauan ini beberapa waktu lalu dijalankan warga Desa Risa dan Dadibou.

Untuk Desa Dadibou, ratusan anak panah diserahkan. Kemudian tiga pucuk senpi rakitan dan senjata tajam juga ikut diberikan dengan sukarela. Sementara di Desa Risa, lima pucuk senpi rakitan diserahkan bersa ma 190 anak panah. Kemudian lima buah busur panah dan tiga pucuk senjata kelereng.

Bagus mengapresiasi sikap masyarakat dua desa yang bertikai ini. Hal itu membuktikan kesadaran masyarakat menjaga keamanan. Ia berharap tidak akan ada lagi konflik antara warga dua desa.

“Barang yang kami sita hari ini akan kita musnahkan nanti bersama â€" sama dengan masyarakat dua desa,” kata dia.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Sumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Bima

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »