WARTA 24 NUSA TENGGARA BARAT

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Kasus TPPO Rabitah, Penyidik Dalami Peran Pejabat di Dinas

Posted by On 20.02

Kasus TPPO Rabitah, Penyidik Dalami Peran Pejabat di Dinas

Kasus TPPO Rabitah, Penyidik Dalami Peran Pejabat di DinasKasus TPPO Rabitah, Penyidik Dalami Peran Pejabat di Dinas Kasus TPPO Rabitah, Penyidik Dalami Peran Pejabat di Dinas

24 Desember 2017 10:52 SUARANTB.com

Mataram (Suara NTB) â€" Tekong perekrut Rabitah, H. Ijtihad (46) dan Hulpa (43) sudah mendekam di ruang tahanan Polda NTB. Penyidik mendalami keterlibatan oknum... Kasus TPPO Rabitah, Penyidik Dalami Peran Pejabat di Dinas

Mataram (Suara NTB) â€" Tekong perekrut Rabitah, H. Ijtihad (46) dan Hulpa (43) sudah mendekam di ruang tahanan Polda NTB. Penyidik mendalami keterlibatan oknum pegawai dinas yang diduga juga berperan dalam pem alsuan identitas Rabitah.

Dua tersangka itu memberangkatkan Rabitah dan Juliani ke Timur Tengah (Timteng) pada pertengahan 2014 melalui PT FHB. Ijtihad diduga memalsukan identitas kependudukan kedua korban.

“Juliani dan Rabitah diberangkatkan ke Oman dengan dipalsukan tahun lahir dan alamat tinggalnya oleh tersangka HI. Pada saat itu Juliani masih di bawah umur,” ungkap KBO Ditreskrimum Polda NTB, AKBP Putu Bagiartana, Jumat, 22 Desember 2017.

Dua tersangka itu dijerat dengan pasal 10 dan atau pasal 11 juncto pasal 6 UURI No 21/2007 tentnag Pemberantasan Tindak Pidana Orang.

Bagiartana menambahkan, pihaknya sudah mengamankan sejumlah barang bukti antara lain, dokumen kartu keluarga, KTP, akta lahir, surat rekomendasi bekerja ke luar negeri Disosnakertrans Lobar, dokumen Dukcapil Lobar, dan dokumen dari PJTKI.

Baca juga: Ketika H. M. Syafrudin Menjenguk TKI NTB di Riyadh

Terkait hal itu, sambung dia, pihaknya akan mendalami keterlibatan pihak-pihak y ang juga berperan dalam penerbitan identitas kependudukan Rabitah dan Juliani.

“Ya akan kita kembangkan. Apakah dokumen yang mereka bikin ini langsung dipercaya saja pada saat membuat berdasarkan persyaratan yang dibawa. Apakah ada oknum di instansi-instansi ini turut serta,” tegasnya.

Saat diinterogasi lebih lanjut, tersangka Hulpa mengaku menguruskan dokumen keberangkatan Rabitah dan Juliani. Rabitah diberangkatkan ke Oman tetapi bekerja di Qatar.

Dia mengklaim, Rabitah datang dengan membawa identitas kependudukan yang sudah berketerangan di Gunung Sari, Lombok Barat. walaupun Rabitah berasal dari Lombok Utara.

“Dia waktu sama saya sudah ada paspornya. Akta lahirnya sudah di Sesela. Sama saya dia berangkat yang keempat ke timur tengah. Sebelumnya sama orang lain,” kata Hulpa memberi pengakuan.

Baca juga: Warga NTB Ditawari Kerja di Hongkong, Gaji Rp 7,6 Juta Per Bulan

Sementara Ijtihad pun mengakui merekrut Rabitah menggunakan PT yang mempeker jakannya. “Dari PT diminta bawa data. Dia bawa datanya paspor, KTP, KK sudah dari Gunung Sari tempatnya dia,” kata dia.

Mereka dalam mengurus keberangkatan Rabitah meraup untung masing-masing Rp 500 ribu. “Urusnya dulu dia bayar Rp 3,5 juta. Saya dapat Rp 500 ribu, keponakan saya ini (Hulpa) dapat Rp 500 ribu,” tutupnya. (why)

BERITA TERKAIT :

  • Empat Artis Jalani Pemeriksaan di BNN Provinsi NTBEmpat Artis Jalani Pemeriksaan di BNN Provinsi NTB
  • Layanan KIP, Kota Mataram Sulit Pertahankan Peringkat D...Layanan KIP, Kota Mataram Sulit Pertahankan Peringkat D...
  • Banjir Terparah, Ekonomi Warga Kekalik Jaya Nyaris Lump...Banjir Terparah, Ekonomi Warga Kekalik Jaya Nyaris Lump...
  • Buan   g Sampah di Sungai, Rusak Pemandangan Objek WisataBuang Sampah di Sungai, Rusak Pemandangan Objek Wisata
Sumber: Google News | Warta 24 Lombok Utara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »