WARTA 24 NUSA TENGGARA BARAT

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Nendia Primarasa Bengawan Cup III 2017: PSW Mataram Masih ...

Posted by On 20.01

Nendia Primarasa Bengawan Cup III 2017: PSW Mataram Masih ...

Nendia Primarasa Bengawan Cup III 2017: PSW Mataram Masih Terbaik

Belum goyah tahta masih menjadi milik persatuan sepak bola wanita (PSW) Mataram, Yogyakarta

Nendia Primarasa Bengawan Cup III 2017: PSW Mataram Masih TerbaikistNendia Primarasa Bengawan Cup III 2017: PSW Mataram Masih Terbaik

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Belum goyah tahta masih menjadi milik persatuan sepak bola wanita (PSW) Mataram, Yogyakarta, bukan sekedar mempertahankan gengsi, Nendia Primarasa Bengawan Cup III 2017 juga terus bidani lahirnya klub putri di tanah air.

Digulirkan pertama kali 2015, kehadiran ajang ini mengiringi lahirnya kl ub putri Surakarta sebagai tuan rumah. Meski kala itu sedang dibekukan FIFA, tapi tidak lantas menghentikan denyut sepak bola wanita di tanah air.

Memasuki musim kedua 2016, giliran nama besar Persijap Jepara, melahirkan tim putri berlebel Kartini Persijap Jepara. Bukan hanya satu, masih di tahun sama, klub putri juga lahir di bumi Parahyangan.

Berbeda dari Kartini Jepara yang lahir rahim klub putra yang kala itu masih berlaga di kasta kedua Liga Indonesia, di Sukabumi lahir Siliwangi FC yang berbasis akademi lokal yang bermarkas di Cibadak, Jawa Barat.

Tidak berhenti menyebar virus sepak bola wanita di Indonesia, dengan memilih fokus terlebih dahulu di tanah Jawa, masuk tahun ketiga, kembali lahir klub-klub putri yang berbasis komunitas dan Futsal.

Sebagai wakil ibu kota, wadah komunitas sepak bola yang berisikan selibrity, secara serius melahirkan klub putri dengan mengambil nama komunitas Jakarta 69.

Tidak tanggung-tanggung, nama besar mengiring i debut perdana tim ini di lapangan hijau. Bukan lain kehadiran legenda hidup sepak bola Indonesia, Rocky Putiray sebagai pelatih.

Seakan tersengat semangat persamaan hak di sepak bola yang dihadirkan Bengawan Cup, tidak puas finis di posisi keempat dari tujuh peserta yang berlaga musim ini, misi baru disiapkan musim depan.

“Ajang seperti ini harus dipetahankan. Dibandingkan jaman saya dulu, sekarang kalau kita lihat pemain yang bermain di bengawan cup III, potensi luar biasa. Bukan hanya postur bagus, kemampuan pemain juga luar biasa. Tahun depan, kami pasti juara,” ungkap Rocky Putirai, eks pemain timnas putra era 90’an ini.

Jakarta 69 bukan satu-satu tim yang mengawali debut di turnamen lapangan hijau antar klub lintas daerah. Potensi melimpah, mendorong bumi parahyangan menghadirkan dua klub di musim 2017.

Halaman selanjutnya 123
Editor: Toni Bramantoro Ikuti kami di Adu Mulut Berbuntut Adu Fisik, Polwan Cantik Dicakar Wanita Ini, Berawal dari Masalah Mobil Sumber: Google News | Warta 24 Mataram

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »