WARTA 24 NUSA TENGGARA BARAT

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Program Kelistrikan NTB Capai 10 Persen

Posted by On 20.06

Program Kelistrikan NTB Capai 10 Persen

PLTU Jeranjang - PowerGen Asia

LOMBOKita â€" Deputi Manajer Hukum dan Hubungan Masyarakat Perseroan Terbatas Perusahaan Listrik Negara Wilayah Nusa Tenggara Barat Fitriah Adriana mengatakan capaian program pembangunan pembangkit listrik 500 megawatt di NTB baru mencapai 10 persen hingga akhir 2017.

“Baru mencapai 10 persen karena proses pembangunan pembangkit tidak direncanakan kemarin, kemudian lusa langsung jadi,” kata Fitriah di Mataram, Rabu.

Ia mengatakan pembangunan sejumlah pembangkit listrik sebesar 500 megawatt (MW) merupakan bagian dari proyek kelistrikan 35 ribu MW yang sudah diluncurkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo.

Proyek tersebut merupakan salah satu program unggulan pemerintah dalam rangka mencapai salah satu sasaran Nawa Cita, yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor stra tegis khususnya kedaulatan energi.

Fitriah menyebutkan pembangunan pembangkit listrik sebesar 500 MW terdiri atas Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Lombok Peaker berkapasitas 150 MW yang berlokasi di Tanjung Karang, Kota Mataram. Pembangkit listrik tersebut saat ini dalam posisi terkontrak atau pemenang tendernya sudah ada dan ditargetkan beroperasi pada 2019.

Selanjutnya, pembangkit listrik Mobile Power Plant (MPP) berkapasitas 50 MW. Pembangkit listrik tersebut sudah terpasang di kompleks PLTU Jeranjang, Kabupaten Lombok Barat dan sudah beroperasi sejak 2016.

Ada juga pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkapasitas 50 MW yang berlokasi di Kecamatan Badas, Kabupaten Sumbawa. Proyek tersebut sudah dalam proses konstruksi dan ditargetkan beroperasi pada 2018.

PLN juga membangun PLTMG Bima di Bonto, Kabupaten Bima, berkapasitas 50 MW. Proyek tersebut saat ini dalam posisi konstruksi dan ditargetkan beroperasi pada 2018.

S elain itu, PLTU Lombok (FTP2) di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, berkapasitas 2×50 MW. Proyek tersebut saat ini masih dalam posisi pengadaan atau mencari investor, namun ditargetkan rampung pada 2019/2020.

Di Kecamatan Sambelia juga akan dibangun PLTU Lombok 2 berkapasitas 2×50 MW. Saat ini posisinya masih dalam perencanaan, namun ditargetkan beroperasi pada 2020/2021.

“Dari enam proyek kelistrikan nasional di NTB, yang sudah rampung hanya MPP di Kabupaten Lombok Barat berkapasitas 50 MW,” ujar Fitriah.

Meskipun baru rampung 10 persen, kata dia, sistem kelistrikan Lombok, Sumbawa, dan Bima, sudah berlebih sehingga tidak ada pemadaman bergilir akibat defisit daya mampu.

Untuk daya mampu Sistem Lombok mencapai 252,64 MW dengan beban puncak mencapai 226,25 sehingga ada cadangan sebesar 26,39 MW. Sedangkan daya mampu Sistem Sumbawa mencapai 60,70 MW dengan beban puncak 42,05 MW, dan Sistem Bima memiliki daya mampu 55,30 MW dengan beban punca k sebesar 45,67 MW.

“Kami terus berupaya memperbesar daya mampu di ketiga sistem kelistrikan tersebut dalam rangka menjaga kecukupan energi listrik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan investasi di NTB,” kata Fitriah.

Sumber: Google News | Warta 24 Lombok Timur

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »