WARTA 24 NUSA TENGGARA BARAT

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Tersangka Kasus Korupsi Direktur Perusda Lombok Tengah ...

Posted by On 20.06

Tersangka Kasus Korupsi Direktur Perusda Lombok Tengah ...

kicknews.today â€" Setelah sempat mangkir dari panggilan beberapa waktu lalu, Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Lombok Tengah (Loteng) “Bersatu”, insial LM akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Negeri Praya Loteng, Rabu (13/12) pukul 13.00 wita. Ia ditahan setelah datang memenuhi panggilan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi anggaran Perusda Loteng Besatu Rp 1 Miliar.

“Hari ini jadwal pemeriksaan lanjutan tersangka dua orang yang sudah ditahan sebelumnya. Namun, tersangka LM ini datang setelah menerima informasi adanya panggilan dari kejaksaan. Dan tersangka LM ini kita tahan untuk pemeriksaan lebih lanjut,”ujar Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Praya, Hasan Basri di kantornya, Rabu (13/12).

Tersangka LM ini pada dasarnya dia tidak melarikan diri, meskipun sempat mangkir dari panggilan minggu lalu. Karena dia saat itu berada di luar daerah, dan hari ini (red- Rabu) datang secara tiba-tiba untuk memenuhi panggilan dari Kejaksaan. Sehingga pihak kejaksaan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

“Intinya dia tidak melarikan diri, dan untuk sementara waktu kita tahan dan titip di Rutan Praya,”jelasnya

Dalam kasus ini, Kejaksaan Negeri Praya menetapkan tiga Direktur Perusda Loteng Bersatu sebagai tersangka. Ketiga tersangka itu yakni Direktur Keuangan inisial AZ, Direktur Pemasaran inisial AK, dan Direktur Perusda Loteng Bersatu yakni LM.

“Dua tersangka AZ dan AK sudah ditahan minggu lalu, dan hari ini mereka dilakukan pemeriksaan lanjutan,”ujarnya

Berdasarkan hasil audit BPK RI kerugian negara dalam kasus itu mencapai Rp 700 Juta. Sehingga penetapan tersangka dalam kasus itu sudah memenuhi alat bukti yang cukup. Laporan pengelolaan keuangan mereka juga tidak jelas, dan fiktip.

“Aliran dana Rp 700 itu belum bisa kita sampaikan. Sedangkan sisa dana dari total anggaran Rp 1 Miliar itu yakni Rp 200 jut a sudah dikembalikan, dan Rp 100 juta untuk biaya operasional,”pungkasnya. (ade)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Sumber: Google News | Warta 24 Lombok Tengah

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »