WARTA 24 NUSA TENGGARA BARAT

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Cuma Empat Pasangan Calon yang Akan Bertarung di Pilgub 2018

Posted by On 18.21

Cuma Empat Pasangan Calon yang Akan Bertarung di Pilgub 2018


MATARAM-Peta siapa-siapa yang bakal bertarung dalam perhelatan pemilihan Gubernur NTB 2018 final sudah. Maksimal, dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut, hanya empat pasang kandidat yang bisa mendaftar. Hal ini diketahui setelah PKB resmi melabuhkan dukungan ke pasangan HM Suhaili FT-H Muhammad Amin, kemarin (5/1).

Sebelum PKB melabuhkan dukungan, sempat muncul desas-desus, bahwa akan ada satu pasangan calon lagi yang bisa bertarung dalam Pilgub NTB. Mengingat, PKB, PBB dan Partai Hanura, tiga partai yang belum melabuhkan dukungan, masih memungkinkan berkoalisi dan mengusung satu pasangan calon.

Ada figur seperti Prof H Farouk Muhammad yang kini anggota DPD RI dari NTB dan Inspektur Kodan IX Udayana Kolonel CZI HL Rudi Irham Srigede dan KH Zulkifli Muhadli yang kini Ketua DPW Partai Bulan Bintang NTB yang memungkinkan memainkan skenario ini. Namun, dengan b erlabuhnya PKB ke pasangan Suhaili-Amin, maka pupus sudah skenario pasangan calon kelima tersebut.

Dengan peta tersebut, maka pasangan Suhaili-Amin resmi didukung Partai Golkar, Partai Nasdem dan PKB. Kandidat dari partai lagi yakni pasangan H Ahyar Abduh-Mori Hanafi yang didukung Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Juga pasangan Zulkieflimansyah dan Hj Sitti Rohmi Djalilah yang didukung Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera.

Sementara satu pasang kandidat lagi yakni HM Ali Bin Dachlan-HL Gde Sakti Amir Murni yang maju melalui jalur perseorangan.

Baca Juga :

  • Kandidat Nasdem Siap Menangkan Suhaili-Amin
  • Rohmi dan Ali Catat Sejarah, AMAN “Jinakkan” Gerindra-PDIP
  • Cuma Empat Pasangan Calon yang Akan Bertarung di Pilgub 2018
  • Menanti Tiket PKB, Hasanain Tegaskan Tetap Bersama Sulhan
  • Suhaili-Amin Akan Daftar di Hari Pertama
  • Adu Ge ngsi Calon Parpol dan Independen
  • Waktu Ali-Sakti Mepet, 100 Ribu KTP Harus Siap 20 Januari
  • PAN Digenggam Ahyar-Mori
  • Baliho Suhaili-Amin Catut Lambang Muhammadiyah
  • Terkait Foto TGB di Baliho Zul-Rohmi, Mahally: Sama Foto Saja Takut

Melihat peta dukungan partai dan dukungan KTP untuk calon perseorangan, empat pasang kandidat tersebut dipastikan bisa mendaftar di KPU pada 8-10 Januari 2018. Namun, apakah empat kandidat tersebut akan dinyatakan memenuhi syarat sebagai pasangan calon, tetap harus menunggu keputusan KPU pada 12 Februari 2018.

Terutama kandidat yang bertarung melalui jalur persorangan. Mengingat, pasangan ini harus menyetorkan dukungan 101 ribu KTP lagi ke KPU paling lambat 20 Januari 2018. Namun, Ali BD kepada Lombok Post telah mengklaim, dirinya sudah siap dengan 150 ribu KTP, sehingga meyakinkan publik kalau tak ada yang harus diragukan dari dia dan pasangannya.

Akhiri Spekulasi

Sementara itu, kepastian arah dukungan PKB menjadi akhir dari membuncahnya aneka spekulasi terhadap partai besutan H Muhaimin Iskandar tersebut. Kemarin, segala spekulasi itu pun berakhir. Di Jakarta, di kantor DPP PKB, Muhaimin Iskandar menyerahkan langsung SK dukungan pada pasangan Suhaili-Amin. Hadir menerima SK tersebut H Muhammad Amin.

“Final, kami ke paket Suhaili-Amin,” kata Muhaimin sebagaimana disampaikan Ketua PKB NTB HL Hadrian Irfani.

Diwawancara melalui sambungan telepon, Hadrian yang juga berada di Jakarta terkait kegiatan tersebut mengatakan banyak aspek yang jadi pertimbangan akhirnya Suhaili-Amin yang dipilih.

“Intinya PKB lebih nyaman dengan Suhaili-Amin,” tegasnya namun tak menjelaskan secara terperinci.

Terpisah, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Nasdem NTB Ardani Zulfikar kepada Lombok Post mengatakan, pilihan PKB merupakan jawaban realistis atas kondisi politik NTB. HM Suhaili FT sebagai warga nahdliyin membuat PKB sukar untuk berpa ling. Nasdem sejak awal dikatakannya sangat yakin akan peluang mendapat dukungan PKB.

“Selain alasan nahdliyin, Suhaili-Amin juga paling berpeluang menang, makanya PKB dukung,” katanya sesumbar.

Dia menegaskan SK yang diberikan sudah dalam bentuk salinan B1KWK sesuai yang digunakan mendaftar KPU. Sehingga segala keraguan dan spekulasi bahwa keputusan kali ini bisa berubah harusnya diakhiri.

“Sudah benar-benar final,” katanya.

PKB memang menjadi partai yang paling liar pergerakannya. Paket Ahyar-Mori sempat sangat yakin akan peluang diusung PKB. Sehingga, jelang deklarasi di Masbagik, Lombok Timur (1/10) lalu, berbagai baliho mencantumkan logo partai tersebut, termasuk memampang wajah Muhaimin dimunculkan. Namun, sehari sebelum Ahyar-Mori melakukan deklarasi, tepatnya (30/9), Hadrian hadir dalam pengenalan paket Suhaili-Amin di Praya, Lombok Tengah.

PKB akhirnya juga tak datang kala Ahyar-Mori melangsungkan deklarasi. Namun kala deklarasi Suhaili -Amin akhirnya benar-benar dilaksanakan (7/12) lalu, PKB tak mengirimkan satupun utusan. Belakangan gilihan Zul-Rohmi yang diakomodir. Keduanya diundang ke Jakarta untuk mengikuti serangkaian uji kelayakan dan kepatutan, meskipun sebenarnya prosea itu sudah ditutup jauh hari.

Manuver jelang tutup tahun 2017 itu bahkan membuat Amin pasrah. Kala itu, pria yang juga Wakil Gubernur NTB itu menegaskan legowo paket Suhaili-Amin ditinggalkan PKB. Berbanding terbalik, Zul-Rohmi yang kini dibuat sangat yakin dengan peluangnya mengunci PKB.

“PKB sudah selesai, jelas dengan kami,” kata Zulkieflimansyah dua hari berturut-turut, yakni kala deklarasi Zul-Rohmi di Pancor (31/12/2017) dan saat deklarasi di Mataram sehari berselang (1/1) lalu.

Belum usai kejutan PKB, belakangan kubu Ahyar-Mori kembali diberi angin surga. Bahkan hingga Kamis malam (4/1) Mori Hanafi yang akan digandeng TGH Ahyar Abduh sangat yakin dengan peluangnya.

“PKB masih, tadi (Kamis,Red) malam ditu nda,” kata Mori siang kemarin.

Namun, saat Lombok Post menegaskan sudah ada surat undangan untuk Suhaili-Amin, bukan Ahyar-Mori, barulah ia menyadari kembali dikecewakan untuk kali kesekiannya oleh PKB.

“Memang semua penuh misteri, terus terang sampai sore kemarin masih di kita,” jawabnya.

“Ya sudah tak apa-apa,” jawabnya lagi menolak berpolemik dengan pilihan PKB.

Terpisah, Zul kepada koran ini mengatakan dirinya bisa memahami pilihan PKB yang akhirnya tak jadi mendukungnya. Dia meyakini pilihan PKB tak lepas dari dinamika daerah lain yang juga mengadakan pilkada. Artinya ada kesepakatan tertentu antar para petinggi untuk menjalankan sejumlah skema koalisi di daerah.

Terkait keyakinannya yang berulang kali menegaskan PKB pasti mendukung Zul-Rohmi, ia mengatakan itu tak lepas dari semua urusan dengan PKB yang sudah dipenuhi dan diselesaikan. “Dan pembicaraaan dengan DPW dan DPP juga sudah,” jawabnya.

Dengan demikian, tentu pihaknya m erasa yakin akan peluangnya. Namun jika didetik terakhir ada perubahan, hal itu tak bisa dicegahnya. “Ya biasa saja,” jawabnya.

Dirinya tak merasa dipermainkan oleh PKB sama sekali. Karena menurut Zul, politik memang sangat dinamis dan bisa tak terduga. “Menyikapinya ya biasa-biasa saja,” ujarnya lantas tersenyum. (yuk/r8)

Komentar

Komentar

Sumber: Google News | Warta 24 Mataram

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »