WARTA 24 NUSA TENGGARA BARAT

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Banjir di Sumbawa, Jalan Putus dan Sejumlah Infrastruktur Rusak

Posted by On 20.51

Banjir di Sumbawa, Jalan Putus dan Sejumlah Infrastruktur Rusak

Banjir di Sumbawa, Jalan Putus dan Sejumlah Infrastruktur RusakBanjir di Sumbawa, Jalan Putus dan Sejumlah Infrastruktur Rusak PUTUS - Kondisi jembatan Melung, Desa Batu Tering, Moyo Hulu yang putus setelah diterjang banjir, pekan lalu. Areal persawahan padi di Moyo Hulu yang terendam banjir (kanan). (Suara NTB/Camat Moyo Hulu) Banjir di Sumbawa, Jalan Putus dan Sejumlah Infrastruktur Rusak

28 Februari 2018 15:39 SUARANTB.com

Sumbawa Besar (Suara NTB) â€" Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari lalu di Sumbawa, mengakibatkan banjir di dua kecamatan yakni Kecamatan Moyo Hulu... Banjir di Sumbawa, Jalan Putus dan Sejumlah Infrastruktur Rusak

Sumbawa Besar (Suara NTB) â€" Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari lalu di Sumbawa, mengakibatkan banjir di dua kecamatan yakni Kecamatan Moyo Hulu dan Kecamatan Lenangguar. Selain rumah warga, banjir juga merendam lahan pertanian. Lebih parahnya, beberapa infrastruktur rusak, seperti putusnya jalan penghubung dan jebolnya cekdam.

'); }());

Informasi yang diperoleh, hujan deras terjadi di Kecamatan Moyo Hulu pada Minggu, 25 Februari lalu. Intensitas hujan cukup tinggi di Desa Batu Tering dan adanya kiriman air bah dari Sungai Ragan Goa dan Gunung Ala. Hal tersebut meningkatkan intensitas air yang mengaliri Sungai Liang petang. Sehingga Bendung Tiu Ai Angat jebol karena tidak dapat menampung debit air.

Dari jebolnya Bendung Tiu Ai Angat berimbas pada tergenangnya lahan persawahan Orong Sela yang berada tepat di bawah bendung. Bahkan adanya banjir ini menyebabkan putusnya akses jembatan penghubung antara Dusun Melung Desa Batu Tering dengan Desa Lito. Dimana jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung antara Desa Lito dan Desa Batu Tering.

Banjir juga merendam puluhan ruah warga dan lahan pertanian di kecamatan Lenanguar Sabtu, 24 Februari lalu. Bahkan informasinya, ada beberapa petani padi dan jagung yang terancam gagal panen.

Camat Moyo Hulu, Muliyadi, S.Sos yang dikonfirmasi, Senin, 26 Februari 2018 menyebutkan banjir di Kecamatan Moyo Hulu terjadi di Dusun Melung, Desa Batu Tering. Terjadinya banjir, karena intensitas hujan tinggi yang dalam akhir-akhir ini hampir setiap hari terjadi.

Data sementara, banjir merendam beberapa rumah di sekitaran jembatan dan saat ini sudah surut. Banjir juga mengakibatkan rusaknya Bendung Tiu Ai Angat. Reban Orong Anok Desa beserta salurannya lebih kurang 200 meter.

Padi yang siap panen lebih kurang 30 hektar juga terendam. Kemudian tebing pertanian se rta pemukiman sepanjang 400 meter. Bahkan jembatan Melung, penghubung Desa Batu Tering dengan Desa Lito putus.

Diakuinya, tim dari BPBD bersama PUPR Kabupaten Sumbawa sudah turun melakukan pengecekan dan pendataan pada Minggu (25/2) malam. Namun kerugian akibat banjir belum diketahui. Saat ini PPL sedang melakukan peninjauan di lapangan untuk lahan-lahan pertanian. Terhadap jembatan yang putus, untuk sementara sudah dibuatkan jembatan darurat menggunakan kayu yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

“Kita sudah berkoordinasi dengan BPBD dan dinas terkait lainnya. Untuk jembatan kalau bisa tahun ini bisa dibangun. Kalaupun tidak bisa bagaimana upaya-upaya pemerintah daerah bersama instansi terkait. Kedua kita mengambil langkah-langkah dengan BPBD baik dana APBD Kabupaten , APBD Provinsi maupun pusat,” tandasnya.

Camat Lenangguar, Surianto menyampaikan pihaknya tengah melakukan pendataan mengenai dampak banjir di wilayah kecamatan setempat. Dimana saat hujan turun diketahui air dari sungai Lenangguar meluap hingga ke badan jalan dan menggenangi belasan rumah warga. Termasuk puskesmas dan fasilitas lainnya. Begitu juga di beberapa desa lainnya juga merendam rumah dan lahan pertanian warga yang ada di Teladan, Pemangong dan Lenangguar.

Data sementara, ada 15 rumah di Dusun Lenangguar, Desa Lenangguar yang terendam banjir. Selain itu juga merendam sejumlah lahan persawahan di beberapa lokasi. Yakni sawah 8 petani di lokasi persawahan peliuk Orong Ereng, 4 petani di Peliuk Uma Bawah, 4 petani di Kokar Pedalam, 5 petani di Kerato, 15 petani di Orong Suli, 10 petani di Orong Rea Pemangong, 6 petani di Uma Bongan Pemangong, 5 petani di Orong Pangeras Pemangong, 4 petani di Orong Nusa Pemangong, 4 petani di Orong Tangar. “Kita masih menghimpun data-data. Pemerintah desa sudah bersurat ke Bupati untuk melaporkan kejadian ini. Selain itu juga diantar ke BPBD,” terangnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Drs. Zainal Abi din menyebutkan banjir terjadi di dua Kecamatan yakni Lenangguar dan Moyo Hulu. Pihaknya bersama Dinas PUPR sudah turun ke lokasi melakukan pengecekan dan pendataan. Dari informasi tim, di Kecamatan Lenangguar, rumah warga terendam. Hanya saja mengenai jumlah jumlah yang terdampak masih dilakukan pendataan.

Di Kecamatan Moyo Hulu banjir merendam beberapa rumah warga, di Dusun Melung Desa Batu Tering. Selain itu jembatan penghubung di dusun setempat juga putus. Bahkan ada bendungan yang jebol. “Saat ini tim BPBD bersama PUPR masih di lapangan menghitung berapa rumah yang terdampak, dan apa infrastruktur rusak karena banjir,” pungkasnya. (ind/arn)

BERITA TERKAIT :

  • Kasus Bansos Dihentikan, Lima ASN Nonjob Agar Dipulihka...Kasus Bansos Dihentikan, Lima ASN Nonjob Agar Dipulihka...
  • Jabatan Sekcam di Bima Banyak yang KosongJabatan Sekcam di Bima Banyak yang Kosong
  • Disandera Kasus K2, Bupati Dompu Berharap Kemerdekaan S...Disandera Kasus K2, Bupati Dompu Berharap Kemerdekaan S...
  • Bawaslu NTB Tegur Suhaili dan AhyarBawaslu NTB Tegur Suhaili dan Ahyar
Sumber: Google News | Warta 24 Sumbawa

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »