WARTA 24 NUSA TENGGARA BARAT

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Terlibat Kampanye, Empat ASN Kota Bima Disidang

Posted by On 20.50

Terlibat Kampanye, Empat ASN Kota Bima Disidang


KOTA BIMA â€" Empat aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bima memenuhi undangan klarifikasi yang dilayangkan Panwaslu Kota Bima, Sabtu (24/2). Dari lima orang yang dilaporkan, ternyata hanya empat orang yang ASN. Tiga diantaranya adalah Camat Raba SF, Lurah Ntobo SR dan staf Diskominfo Kota Bima RL. Sementara AN, statusnya bukan ASN. Yang berstatus ASN adalah suaminya.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), Camat Raba SF hadir di kantor Panwaslu Kota Bima pukul 16.15 Wita. Kemudian disusul Lurah Ntobo SR pukul 17.15 Wita dan RL pukul 17.25 Wita. Tiga ASN tersebut dimintai klarifikasi secara terpisah dan berlangsung lebih dari satu jam.

Ketua Panwaslu Kota Bima Sukarman menjelaskan, undangan klarifikasi untuk lima ASN yang dilaporkan oleh tim Lutfi â€" Feri (LUTFER) tersebut sudah dilayangkan. Klarifikasi dilakukan Sabtu sore. Namun bagi yang belum sempat hadir klarifikasi dilaksanakan Minggu (25/2).

Dikatakan Sukarman, AN dan MT sudah dilakukan klarifikasi pada Minggu (25/2). Saat dilakukan klarifikasi terungkap bahwa, AN yang sebelumnya disebut sebagai kepala sekolah di Kendo ternyata bukan ASN. Yang ASN adalah suaminya.

Baca Juga :

  • Pasien RSJ Diizinkan Memilih
  • Melimpahnya Dukungan Partai Bukti Ahyar-Mori Paket Terbaik
  • HM Amin, Bersahaja dan Penuh Pengalaman
  • TGH Safwan Hakim: Ali BD Pekerja Keras dan Tegas
  • Ali BD Komitmen Wujudkan Pembangunan Semesta
  • Amin Pantas Melanjutkan Ikhtiar TGB
  • Ahyar-Mori Janjikan Rp 10 Miliar untuk Guru Ngaji
  • TGH Muchlis Ibrahim: Ali BD Bapak Orang Sasak
  • Jangan Pernah Membenci Rakyat
  • Terlibat Kampanye, Empat Aparatur Desa Disidang

“AN ini bukan ASN, yang ASN itu suaminya,” jelas Sukarman, kemarin (25/2).

Ditambahkannya, hasil klarifikasi dengan ASN tersebut belu m bisa dibeberkan. Karena akan dibahas terlebih dahulu antara Panwaslu dengan Tim Sentra Gakumdu.

“Hasil klarifikasi itu bersifat rahasia dan akan kami bahas dengan Gakumdu,” tegasnya.

Sementara untuk pelapor dan saksi, diakui Sukarman, sudah dimintai keterangan juga. Dari lima orang saksi yang diajukan, hanya tiga orang dimintai keterangan.

“Pelapor dan saksi sudah kami mintai keterangan Jum’at, red. Saksi hanya tiga orang dan itu sudah memenuhi syarat secara hukum,”katanya.

Kasus ini bermula ketika Tim Pemenangan Pasangan LUTFER, Anu Sirwan menandatangani laporan Kamis siang (22/2) di Kantor Pasnwaslu Kota Bima. Namun sebelumnya ia melaporkan dugaan keterlibatan ASN tersebut pada Selasa sore (20/2). Sementara kejadian dugaan kampanye yang dilakukan Camat Raba SF pada Minggu (18/2). (yet/r4)

Komentar

Komentar

Sumber: Google News | Warta 24 Kota Bima

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »